Minggu, 25 Okt 2026 21:45 WIB

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris Wanti-Wanti ASN: Jari Adalah Harimau, Bijaklah di Medsos!

Bupati Haris mengingatkan bahwa setiap ucapan, unggahan maupun tindakan di media sosial dapat berdampak terhadap persepsi masyarakat dan kepercayaan publik kepada pemerintah.
Bupati Haris mengingatkan bahwa setiap ucapan, unggahan maupun tindakan di media sosial dapat berdampak terhadap persepsi masyarakat dan kepercayaan publik kepada pemerintah.

PROBOLINGGO - Era digital menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak hanya sigap dalam pelayanan publik secara langsung, tetapi juga cermat dalam mengelola jemari dan ruang digital mereka. 

Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, secara tegas mengingatkan seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Probolinggo agar senantiasa bijak, berhati-hati, dan bertanggung jawab saat bermedia sosial.

Menurut Bupati Haris, setiap unggahan, komentar, maupun rekam jejak digital seorang abdi negara membawa dampak langsung terhadap persepsi masyarakat serta tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.

"ASN adalah pelayan masyarakat. Karena itu, setiap sikap dan komunikasi harus mencerminkan kedewasaan, etika, serta tanggung jawab sebagai aparatur negara," tegas Bupati Haris.

Ia juga mengingatkan bahwa seragam, jabatan, dan fasilitas kedinasan yang melekat bukanlah sekadar atribut, melainkan amanah besar. 

Setiap ASN memikul tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan institusi dan citra positif Pemerintah Kabupaten Probolinggo di tengah masyarakat.

Sikapi Kritik dengan Kepala Dingin

Selain menyoroti aktivitas dunia maya, Bupati Haris turut berpesan agar para birokrat mampu menyikapi setiap kritik, aspirasi, maupun perbedaan pendapat dari masyarakat secara proporsional dan profesional. 

Dalam iklim demokrasi, perbedaan pandangan atau aksi penyampaian pendapat merupakan hal yang wajar dan dihormati.

Oleh karena itu, pengendalian diri dan komunikasi yang santun menjadi kunci utama untuk meredam potensi kesalahpahaman agar tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

“Berbeda pendapat merupakan hal yang wajar, tetapi saling menghormati adalah kewajiban. Saya meminta seluruh jajaran untuk menjaga komunikasi tetap santun dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kegaduhan,” pesannya.

Ancaman Sanksi bagi Pelanggar Etika

Bupati Haris tidak main-main dalam menegakkan kedisiplinan. Ia menegaskan bahwa setiap indikasi pelanggaran etika maupun disiplin ASN ke depan akan langsung menjadi bahan evaluasi dan diproses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Melalui instruksi tegas ini, Pemkab Probolinggo berharap seluruh ASN semakin berintegritas, mampu menciptakan ruang publik digital yang sehat, sejuk, serta konstruktif.

Sebab, kehormatan sejati seorang abdi negara tidak hanya diukur dari seragam yang dikenakan, melainkan dari integritas, tutur kata, dan ketulusan pengabdian kepada masyarakat.

Editor : Redaksi