PROBOLINGGO,BeritaProbolinggo.com - Suasana siang hari di Dusun Renek, Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, mendadak berubah gempar pada Senin (17/8/2026).
Sebuah tangisan lirih dari balik loket tempat penyimpanan uang di warung milik warga setempat membongkar aksi penelantaran bayi yang baru saja dilahirkan.
Kapolsek Tongas, IPTU Kumoro Seto, S.H., M.H., langsung memimpin gerak cepat aparat kepolisian usai menerima laporan warga sekira pukul 11.30 WIB.
Bersama warga setempat, petugas mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelamatkan nyawa bayi malang tersebut dan membawanya ke Puskesmas Curahtulis.
Berawal dari Suara Tangisan di Loket Uang
Peristiwa bermula ketika Afida Yani, pemilik warung cilok di Jalan Segara RT 02 RW 01, Dusun Renek, didatangi oleh tetangganya yang mengaku mendengar suara bayi menangis di sekitar warungnya.
Penasaran dengan informasi tersebut, Afida lantas melakukan pengecekan mendetail ke setiap sudut warung.
Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati sumber suara tangisan itu berasal dari bagian loket tempat menaruh uang.
Di sana, seorang bayi berjenis kelamin laki-laki terbaring tanpa mengenakan sehelai benang pun, dengan hanya beralaskan selembar kantong plastik berwarna biru.
Temuan mengejutkan itu langsung dilaporkan kepada pihak berwenang, yang segera merespons dengan menerjunkan personel ke lokasi kejadian.
Kondisi Medis: Baru Dilahirkan 1 hingga 2 Jam
Bayi mungil tersebut tiba di Puskesmas Curahtulis pada pukul 13.05 WIB dalam pengawalan ketat aparat kepolisian dan warga. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif oleh tim medis puskesmas, bayi laki-laki tersebut memiliki berat badan 3.335 gram dan panjang 51 sentimeter.
Kondisi fisik bayi terpantau relatif sehat dengan suhu tubuh yang stabil. Namun, tim medis mendapati fakta bahwa tali pusar bayi masih segar, mengeluarkan darah, dan belum terikat, yang mengindikasikan bahwa ia baru saja dilahirkan sekitar 1 hingga 2 jam sebelum akhirnya ditinggalkan di loket warung.
Saat ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan intensif di puskesmas.
Langkah Tegas Polsek Tongas Buru Pelaku
Menanggapi kasus ini, Polsek Tongas tidak tinggal diam. IPTU Kumoro Seto menegaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan langkah-langkah investigasi terpadu untuk mengungkap identitas dan memburu orang tua yang tega menelantarkan bayi tersebut.
Penyelidikan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Polisi berkoordinasi dengan bidan desa dan Kepala Puskesmas Curahtulis untuk menyisir data kelahiran bayi dalam kurun waktu satu bulan terakhir di wilayah kerja puskesmas.
Tidak hanya itu, Unit PPA Satreskrim turut dilibatkan guna menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian demi melacak jejak pelaku yang membuang bayi tak berdosa itu.
Editor : Redaksi