Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

Perbakin Kota Probolinggo Dorong Kategori Uklik 18 Meter Masuk POPDA

Pihak Perbakin Kota Probolinggo menyampaikan aspirasi agar pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut.
Pihak Perbakin Kota Probolinggo menyampaikan aspirasi agar pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut.

PROBOLINGGO, BeritaProbolinggo.com - Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Kota Probolinggo melalui Klub GLASER terus menggembleng para atlet muda dalam latihan rutin yang digelar tiga kali sepekan, yakni pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Pembina Perbakin Kota Probolinggo, Satiman, menjelaskan bahwa fokus pembinaan saat ini sepenuhnya diarahkan kepada generasi muda di tingkat pelajar guna mencetak bibit-bibit atlet berprestasi sejak dini. Minggu ( 27/09).

"Anggota yang terdaftar saat ini ada kurang lebih 25 anak di kelas pelajar. Kami memang tidak mengambil untuk kelas umum, melainkan fokus pada kelas pelajar," ujar Satiman.

Dalam proses latihan, para atlet dibekali dua jenis peralatan menembak utama, yakni senapan angin jenis uklik (pompa) dan senapan PCP (Pre-Charged Pneumatic) berbasis regulator.

Senapan uklik difungsikan untuk nomor pertandingan jarak 18 meter, sedangkan senapan PCP diperuntukkan bagi kategori multi-range.

Latihan intensif ini dipersiapkan sebagai bentuk kesiapan kontingen dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) mendatang. 

Kendati demikian, Satiman menumpahkan harapannya terkait nomor pertandingan yang kerap tidak diakomodasi dalam ajang olahraga pelajar tersebut.

Menurutnya, kategori senapan uklik 18 meter memiliki basis pembinaan atlet yang sangat luas di berbagai daerah dan klub, namun sering kali absen dalam daftar nomor yang dipertandingkan di ajang POPDA.

"Yang perlu kami sampaikan, kenapa senapan uklik kelas 18 meter ini tidak dimasukkan di POPDA? Padahal di hampir semua pengurus besar (PB) dan daerah, mereka memiliki atlet di kelas 18 meter uklik," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihak Perbakin Kota Probolinggo menyampaikan aspirasi agar pemangku kebijakan di tingkat pusat maupun daerah dapat meninjau ulang kebijakan tersebut.

"Kami berharap dan memohon kepada Bapak-Bapak di tingkat atas, khususnya dari KONI, Kemenpora, serta PB Perbakin, agar dapat memasukkan kelas senapan uklik 18 meter dalam ajang kejuaraan," pungkas Satiman.

 

Editor : Redaksi