Minggu, 20 Sep 2026 07:13 WIB

Perkuat Industri Hijau, Sasa Inti Bedah Fasilitas PAUD Probolinggo

Gedung baru TK Melati di Desa Gending, Kabupaten Probolinggo, yang telah direnovasi oleh PT Sasa Inti atas dukungan pasokan bahan bangunan dari mitra IPBI. Foto/PT Sasa Inti
Gedung baru TK Melati di Desa Gending, Kabupaten Probolinggo, yang telah direnovasi oleh PT Sasa Inti atas dukungan pasokan bahan bangunan dari mitra IPBI. Foto/PT Sasa Inti

BeritaProbolinggo.com - PT Sasa Inti memadukan strategi manufaktur ramah lingkungan dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Jawa Timur. Produsen bumbu masak ini mengoperasikan fasilitas pabrik hijau di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, beriringan dengan penyelesaian renovasi total TK Melati di desa setempat.

Pengembangan kawasan manufaktur bersih tersebut ditandai oleh penerapan teknologi panel surya atap (PLTS) bersama Suryanesia, efisiensi air berbasis Plasma Nano Bubble, serta pengolahan limbah menjadi pupuk organik cair gratis untuk petani.

Pada saat bersamaan, perbaikan fasilitas pendidikan anak usia dini direalisasikan melalui kemitraan bersama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan (IPBI).

Presiden Direktur PT Sasa Inti Shiv Ranjan Sahgal menegaskan, keberlanjutan bisnis perusahaan harus memberi dampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga sekitar pabrik.

"Pertumbuhan bisnis harus menciptakan nilai jangka panjang. Kemajuan daerah berawal dari kualitas pendidikan generasi penerusnya. Renovasi TK Melati ini menjadi investasi fondasi SDM masa depan agar anak-anak memiliki ruang belajar yang aman dan layak," ujar Shiv, Kamis (3/9/2026).

Langkah integrasi ini memperkuat implementasi prinsip ekonomi sirkular pada rantai pasok industri. Chief Manufacturing Officer PT Sasa Inti Snowerdi Sumardi menjelaskan, tata kelola Pabrik Gending dirancang seimbang antara efisiensi produksi, keselamatan kerja, pemulihan lingkungan, dan program kemasyarakatan.

Restorasi gedung sekolah tersebut melibatkan penyediaan material dari empat pengusaha anggota IPBI, yakni PT Impact Pratama Industri Tbk, Sirkular Karya Indonesia, PT Aditya Sarana Graha, serta PT Bina Adidaya. Dukungan ini melanjutkan program perbaikan sarana edukasi usia dini yang sebelumnya menyasar PAUD Among Putra.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris menilai kolaborasi lintas sektor antara manufaktur, asosiasi bahan bangunan, dan pemerintah daerah menjadi kunci pembentukan ekosistem wilayah yang mandiri. Penandatanganan prasasti peresmian gedung sekolah turut diimbangi dengan penyerahan santunan serta paket perlengkapan belajar bagi siswa.

Editor : Redaksi