Paraksa 2026 Tak Sekadar Hiburan di Probolinggo, UMKM dan Pendidikan Mendapat Ruang

Reporter : Redaksi
Foto : Pesta Rakyat  2026 yang digelar di Gelora Merdeka kabupaten Probolinggo Tak Sekadar Hiburan, UMKM dan Pendidikan juga Mendapat Ruang

PROBOLINGGO - Pesta Rakyat Paraksa 2026 digelar selama 10 hari di kawasan Gelora Merdeka, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. 

Kegiatan tersebut menghadirkan beragam agenda, mulai dari pertunjukan musik, lomba hadrah, bazar UMKM, hingga olimpiade matematika bagi anak-anak tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD).

Baca juga: Sekretaris DPC Gerindra Kota Probolinggo Berganti, Dasar Keputusan Dipertanyakan Aktivis 

Selain menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk mereka. 

Sejumlah pedagang memanfaatkan tingginya aktivitas pengunjung dengan menjual makanan, minuman, serta berbagai produk lainnya.

Perwakilan penyelenggara, Andi Firmansyah, mengatakan Pesta Rakyat Paraksa 2026 tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Minggu (05/10).

Menurut dia, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menghadirkan hiburan bagi masyarakat sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM.

“Niat kami membantu para pelaku UMKM dengan menyajikan berbagai acara, mulai dari kegiatan keagamaan, live music, hingga lomba pendidikan bagi anak-anak,” kata Andi.

Baca juga: Pergantian Sekretaris Gerindra Kota Probolinggo Dipersoalkan, Gus Nur Minta Tunjukkan SK

Salah satu pedagang, Suliman, mengaku mengalami peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung dibandingkan hari-hari biasa. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di kawasan Gelora Merdeka.

“Alhamdulillah, dagangan saya laris manis. Saya dan teman-teman UMKM berharap acara seperti ini bisa lebih sering digelar,” ujarnya.

Dalam rangkaian hiburan, penyelenggara turut menghadirkan pertunjukan DJ. Sajian tersebut mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. 

Baca juga: Biosolar Subsidi Langka, Petani di Empat Kecamatan Probolinggo Kelimpungan

Sebagian pengunjung menikmati pertunjukan itu sebagai hiburan, sementara sebagian lainnya memiliki pandangan berbeda terhadap konsep acara yang disajikan.

Andi mengatakan kritik dan saran dari masyarakat akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara. Menurut dia, masukan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan kegiatan serupa pada masa mendatang.

“Pro dan kontra merupakan hal yang biasa. Kritik dan saran dari masyarakat akan kami jadikan bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya dapat berjalan lebih baik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru