Soal Sound Horeg MUI Kota Probolinggo Dorong Aturan Tegas ke Wali Kota

Reporter : Redaksi
Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, menegaskan bahwa rekomendasi ini bertujuan untuk menertibkan penggunaan pengeras suara yang berlebihan, bukan mematikan usaha warga.

PROBOLINGGO - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo menyerahkan tausiyah dan rekomendasi nomor 006/MUI/KTPRB/IX/2026 tentang pengaturan penggunaan sound horeg kepada Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, di Ruang Transit Pemkot Probolinggo, Rabu (16/9/2026).

Ketua Umum MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, menegaskan bahwa rekomendasi ini bertujuan untuk menertibkan penggunaan pengeras suara yang berlebihan, bukan mematikan usaha warga. 

Baca juga: Isu Sepinya Pengunjung Mewarnai Penutupan Rangkaian Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo

Selain mengganggu kesehatan dan kenyamanan, Ketua Komisi Fatwa Ustadz Muzakki Kholil menyoroti dampak negatif sound horeg yang kerap memicu aksi joget erotis dan konsumsi minuman keras di depan anak-anak.

Baca juga: Sapi Diduga Hasil Curian  Ditemukan Terikat di Stasiun Leces Probolinggo

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Probolinggo menyatakan akan segera menindaklanjuti rekomendasi ini dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) mengacu pada Fatwa MUI Jatim No. 1 Tahun 2025. 

MUI berharap penataan ini dapat berjalan seimbang melalui tiga pendekatan utama: regulasi, edukasi, dan pengawasan.

Baca juga: Penemuan Jenazah Lansia di Ladang Tebu Liprak Wetan, Banyuanyar Probolinggo

 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru